Warisan kakek: kedai yang hampir bangkrut, dan buku catatan berisi rahasia para pelanggannya.
Laras pulang ke Bandung setelah berhenti dari pekerjaan kantornya di Jakarta. Ia mewarisi kedai kopi kecil milik kakeknya di ujung sebuah gang sempit: meja berdebu, mesin giling tua, dan utang sewa tiga bulan.
Di laci kasir, Laras menemukan buku catatan bersampul kulit. Isinya bukan pembukuan, melainkan daftar pelanggan tetap lengkap dengan pesanan, kebiasaan, dan pesan-pesan kecil dari kakek. Satu per satu, para pelanggan itu kembali datang, membawa cerita yang selama ini disimpan rapat, sampai Laras harus memutuskan apakah kedai itu hanya warisan, atau tempatnya pulang. Cerita bersambung ini sudah tamat dan bisa dibaca sampai episode terakhir.
Masuk atau buat akun gratis untuk berkomentar dan memberi bintang.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!