Pengurus OSIS SMK butuh dana pentas seni, dan satu-satunya ide mereka adalah membuka lapak di lantai dua, tepat di atas kantin Bu Rum.
Pentas seni tahunan SMK mereka di Semarang terancam batal karena dana sekolah dipakai memperbaiki atap bengkel. Nisa, bendahara OSIS dari jurusan Akuntansi, mengusulkan membuka koperasi kecil di lorong lantai dua: es teh, roti, dan alat tulis. Masalahnya, Bu Rum, pemilik kantin yang sudah berjualan di sekolah sejak sebelum mereka lahir, menganggap itu pengkhianatan. Mini-seri enam episode tentang hitungan modal, salah paham, dan cara bersaing tanpa saling menjatuhkan.
Masuk atau buat akun gratis untuk berkomentar dan memberi bintang.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!