Guru kontrak setahun, pemandu kebun pala, dan pulau yang tidak suka orang tergesa.
Kirana datang ke Banda Neira dengan satu koper, kontrak mengajar setahun, dan rencana hidup yang sudah tertulis rapi sampai lima tahun ke depan. Yang tidak tertulis di rencana itu adalah Fajar, pemandu wisata yang lebih betah bercerita tentang fuli merah daripada tentang dirinya sendiri, dan kebun pala keluarganya di Lonthoir yang hampir dijual untuk menutup utang. Di antara atap sekolah yang bocor, sirup pala yang dikemas dengan tangan, dan lomba perahu belang, Kirana belajar bahwa beberapa hal memang tidak bisa dipaksa matang lebih cepat.
Masuk atau buat akun gratis untuk berkomentar dan memberi bintang.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!