Tiga saudara, satu rumah warisan di Laweyan, dan pembeli yang menunggu jawaban.
Tujuh bulan setelah ibu mereka meninggal, tiga bersaudara bertemu di rumah tua berpendapa di Laweyan, Solo. Ratri, si sulung, datang dari Jakarta dengan tawaran pembeli dan kalkulator. Sekar, si bungsu, terbang dari Bali dengan cuti tiga hari. Bayu, yang empat tahun merawat ibu mereka, tidak bilang apa-apa, seperti biasa. Lemari jati ibu menyimpan kain batik, buku catatan pengeluaran, dan amplop-amplop berisi pesan untuk masing-masing anak. Lalu pembeli yang sama datang lagi dengan tawaran baru, salah satu dari mereka menyimpan rahasia, dan pendapa itu ternyata menyimpan janji Ibu yang belum ditepati. Mini-seri enam episode tentang warisan yang paling sulit dibagi.
Masuk atau buat akun gratis untuk berkomentar dan memberi bintang.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!