Kas toko kelontong selisih empat belas juta. Pencurinya tidak ada, tetapi jejaknya ada di setiap catatan.
Menjelang tutup buku akhir tahun, kas Toko Hadi Jaya di Purwokerto selisih lebih dari empat belas juta rupiah. Pak Hadi menolak bicara soal itu. Putrinya, Wulan, yang baru pulang dari Jakarta membawa laptop dan lembar hitung, menelusuri buku bon, nota, dan catatan stok malam demi malam, sementara Yanto, karyawan muda mereka, mulai dicurigai.
Tiap petunjuk di catatan membuka satu pintu yang selama ini sengaja ditutup rapat oleh ayahnya. Pada malam terakhir tahun itu, Wulan harus menjumlahkan semuanya, dan menemukan apakah uang yang hilang memang hilang, atau hanya pergi ke tempat yang tidak punya kolom. Cerita enam episode ini sudah tamat dan bisa dibaca sampai episode terakhir.
Masuk atau buat akun gratis untuk berkomentar dan memberi bintang.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!