Nala, editor video pernikahan di Jakarta, sudah dua tahun berpacaran jarak jauh dengan Arfan, teknisi menara pemancar di Makassar. Jam sembilan malam di Jakarta, jam sepuluh di Makassar: itu jam mereka. Ketika Arfan akhirnya mendapat surat mutasi ke Jakarta, Nala seharusnya bahagia. Yang ia lakukan justru menekan tombol bisu.
Sebab setiap Jumat malam, Arfan menelepon dari meja nomor tiga sebuah warung coto, dan Nala selalu memintanya memutar kamera ke arah dapur, tanpa pernah bilang kenapa. Sementara di ponsel Arfan ada satu kontak yang namanya hanya satu huruf, dan percakapan dengannya selalu dihapus sebelum tidur. Tiga puluh hari sebelum pesawat itu mendarat, dua kebohongan mulai bocor dari tepi layar.
Yang akan kamu temukan:
Cocok untuk pembaca yang pernah atau sedang menjalani hubungan jarak jauh, penyuka romansa dewasa dengan drama keluarga, dan siapa saja yang ingin novel sekali duduk dengan akhir yang tuntas.
Belum ada ulasan. Ulasan hanya bisa ditulis oleh pembeli yang sudah membayar.
Masuk untuk menulis ulasan setelah membeli.