Cerita tiga episode tentang anak Makassar, angin timur, dan surat untuk ayah di tengah laut.
Ayah Ical bekerja di kapal kargo dan pulang hanya dua kali setahun. Neneknya bercerita: layang-layang yang diterbangkan saat angin timur bertiup kencang bisa membawa pesan sampai ke kapal mana pun di laut. Ical menulis suratnya di ekor layang-layang, dan menunggu. Lalu kabar itu menyebar ke seluruh Paotere, anak-anak berbaris minta dikirimkan surat, dan seorang buruh pelabuhan tua datang membawa surat yang ditolak angin. Cerita tiga episode.
Masuk atau buat akun gratis untuk berkomentar dan memberi bintang.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!