Enam mahasiswa KKN dikirim ke Ngadisepi, dusun di lereng pegunungan Jawa Timur yang tidak muncul di peta digital mana pun. Warganya ramah, kopinya pekat, anak-anaknya hafal "good morning" dalam seminggu. Hanya ada satu pantangan: di desa ini, orang tidak boleh dihitung. Lalu pada suatu sore, di sebuah batu datar di bibir jurang, salah satu dari mereka menghitung teman-temannya keras-keras untuk sebuah video.
Sejak itu, setiap foto mereka berisi tujuh orang. Kalau dihitung, tujuh. Kalau disebut namanya satu per satu, hanya enam. Di laporan harian KKN muncul angka yang tidak diingat siapa pun, di grup chat bergabung nomor yang tidak terdaftar, dan pelan-pelan salah satu dari mereka mulai dilupakan, bahkan oleh ponselnya sendiri. Sementara itu, sekretaris kelompok yang menyusun semua catatan ini ternyata menyimpan sesuatu yang tidak pernah ia tulis.
Yang akan kamu temukan:
Cocok untuk pembaca yang menyukai horor dan misteri dengan hati, yang penasaran pada kisah-kisah KKN di desa terpencil, dan siapa saja yang ingin novel sekali duduk dengan akhir yang tuntas.
Belum ada ulasan. Ulasan hanya bisa ditulis oleh pembeli yang sudah membayar.
Masuk untuk menulis ulasan setelah membeli.