Pukul 19.42, di tengah kembang api malam takbiran di alun-alun Purwokerto, Kinan masih memegang ujung lengan jaket kakaknya. Semenit kemudian ia hilang. Yang tertinggal hanya ponselnya yang retak di bawah gerobak bedug, dengan satu pesan dari kontak bernama Pak Lir. Wisnu, masinis yang hidupnya diatur jam dan sudah enam tahun tidak pulang Lebaran, punya waktu sampai salat Id untuk menemukan adiknya, sebelum ayah mereka naik mimbar menyampaikan khutbah.
Tiga belas tahun lalu, di alun-alun yang sama, Kinan pernah hilang semalaman, dan sejak itu Wisnu dianggap kakak yang lalai. Malam ini, dari catatan di ponsel adiknya, ia mendapati bahwa Kinan diam-diam menyelidiki malam itu. Setiap jam membuka satu rahasia baru, dan setiap jalan membawanya makin jauh menyusuri Serayu, ke orang-orang yang namanya tidak pernah disebut di keluarganya.
Yang akan kamu temukan:
Cocok untuk pembaca yang menyukai misteri dan thriller keluarga tanpa kekerasan sadis, yang ingin novel sekali duduk dengan akhir yang tuntas, dan siapa saja yang pernah pulang kampung membawa sesuatu yang belum selesai.
Belum ada ulasan. Ulasan hanya bisa ditulis oleh pembeli yang sudah membayar.
Masuk untuk menulis ulasan setelah membeli.